restuningdarajat

Ayo Sekolah

Melamar Supervisor untuk PhD overseas

Leave a comment

Hai teman, ini tulisan pertama setelah lama pengen nulis di Blog tapi tidak pernah kesampaian, niat sangat besar dari awal mulai kuliah PhD tapi pelaksanaan tertunda, alasan klise tidak ada waktu.

Tulisan ini ditulis justru saat injury time, satu bulan sebelum deadline submit disertasi, saking dah stuck have no idea mo ngapain, karena nunggu feedback supervisors tidak kunjung jua.

Di blog ini eike pengen sharing pengalaman saat berburu supervisor. Pengen nulis ini karena banyak temen yang nanya, Mbak gimana sie cara dapatin supervisor??  Susah ndak sie untuk dapat supervisor overseas?  Eeehhhmmm…pengalaman pribadi sie… ndak susah, hanya time consuming…

Kenapa ndak susah…ini kacamata eike..kalo ada yg punya kacamata beda ya sah-sah sajah..

Banyak advantages dengan adanya mahasiswa PhD bagi supervisor maupun universitas terutama dengan adanya International student.

Pertama membimbing mahasiswa PhD adalah suatu prestasi untuk seorang dosen atau professor, jadi kalo ada calon mahasiswa PhD yang sudah mempunyai topik research yang “menarik” berarti itu peluang untuk dosen atau professor untuk meningkatkan reputasinya sebagai akademisi.

Kedua, berpotensi meningkatkan publikasi ilmiah international, dan itu akan meningkatkan kredibilitas bagi dosen atau professor, serta universitas

Ketiga, untuk universitas yang sudah berorientasi world class university, adanya mahasiswa International disini balon PhD dari negara lain, itu potensi untuk meningkatkan university rank dan menambah koleksi International research di library universitas tersebut.

Keempat, mendatangkan pemasukan untuk universitas, mahasiswa PhD, dengan atau tanpa scholarship akan membayar tuition fee ke universitas, dan itu tidak sedikit jumlahnya

Time consuming…kenapa???

Mencari supervisor yang tepat, diibaratkan seperti kita ngelamar kerja atau kayak cari pacar ….dicari, diobservasi, dipilih, trus tembak dech…(serasa masih ABG 😉 ), ada 2 hal yang pengen eike share disini, pertama tahap persiapan sebelum nembak, dan saat nembak supervisor

Persiapan

  1. Siapin topik penelitian, proposal pendek standard : Introduction, Literature review, dan Metodology. kalo Bahasa English minimalis, seperti saya, saya hanya tulis 3 halaman proposal, 2 halaman deskripsi, 1 halaman bagan, jadi kalo potential supervisor ndak mudeng dengan English kita, dia bisa tebak2 dari diagram yang dibuat dihalaman 3
  2. Beberapa yang lain: ini tidak wajib hanya penunjang saja, untuk lebih menyakinkan kl eike emang niat sekolah, dan capable di jurusan tersebut, misalnya certificate IELTS/TOEFL, atau ijazah S1-S2-spesialis
  3. Tahap ini yang time consuming, setelah niat mo kuliah overseas pikirkan negara tujuan, saya dulu tidak bermimpi untuk ke Australia, dan Thailand karena banyak pakar keperawatan di Indonesia lulusan dari dua negara itu, jadi saya delete dua negara tersebut dari daftar negara tujuan. Impian saya the one and only adalah the USA, karena saat kuliah SI-S2-Spesialis hampir semua buku yang saya baca ditulis oleh pakar keperawatan dari mamarika, rasanya pengen belajar langsung ke sumbernya. Ke dua, UK, karena the majority of teman2 les English mau ke UK, ke 3 New Zeland,  karena beasiswa yang ditawarkan menarik, dan terakhir Canada karena bestfriend anak saya disana terbayang bakalan senang kalau mereka ketemu. Setelah men-set negara tujuan, mulai googling Universitas yang ada Nursing programme di negara-negara tersebut. Buanyak banget..iya..lama buka satu2..iya..sampai pagi, dan saya ambil weekend untuk browsing. Seteleh ketemu universitasnya, explore detail Profile dosen2nya..luama lagi..cari yang penelitiannya kira-kira setopik atau dekat dengan topik kita, atau methodology yang akan kita pakai pernah di-apply sama the potential supervisor.

Saatnya nembak

  1. Buat list potential supervisors, dan alamat emailnya
  2. Kirim email ..pengen dilampirkan contoh email eike dulu..tapi kok yaa malu..English nya masih amatir, japri ajee yee kl pengen tahu detail, intinya
  • Perkenalkan diri, nama dan asal
  • Sampaikan tujuan
  • Sampaikan kenapa interest ke dosen atau professor tersebut
  • Lampirkan proposal dll sebagai bahan pertimbangan
  • Tutup email dengan Thank you, dan Looking forward to hearing from you…katanya sie itu pertanda kita berharap-harap dengan jawaban…

 

Setelah kuliah, baru tahu kalau ternyata email itu dibuka tiap hari sama akademisi bule, pengalaman di Indo dulu, ndak buka email tiap hari hehehe…awalnya heran, kok cepet yaa dapat balasan. 3 lamaran yang dikirim akhirnya ke Texas Women University, karena sudah ada hub bilateral sama FKep Unpad, tempat saya kerja, Leeds Uni UK, dan Victoria University of Wellington, NZ. Tidak jadi ke Canada karena IELTS nya harus 7, terlalu berat untuk saya, yang dapat 6.5 saja harus extra effort. Rata-rata email dibalas 1-2 hari oleh potential supervisors, dan semua jawab OK, kamu tinggal lanjut daftar ke University secara formal dan cari scholarship, begitu kira-kira jawabannya kalau di-translate.

That’s all..pengalaman pribadi saat-saat cari supervisor, setelah dapat supervisor..what’s next??…baca di blog selanjutnya..keep on eyes …

 

Wellington, 25 April, 2017

Restuning Darajat

Restuning.darajat@gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s