restuningdarajat

Ayo Sekolah

Buat kamu yang English minimalis dan pengen kuliah overseas

Leave a comment

Pengen kuliah di luar negeri dengan English yang pas-pasan atau malahan dibawah standard, bisa kah? BISA…gimana caranya?

Blog ke 2 ini, sharing proses mendapatkan IELTS 6.5 sebagai syarat melanjutkan kuliah overseas terutama dinegara-negara commonwealth seperti UK dkk. Niat yang kuat, berdoa, berusaha sepenuh hati, dan fokus adalah kunci sukses untuk mencapai apapun impian kita, termasuk mendapatkan score IELTS 6.5. Awalnya saya tidak pernah tahu apa itu IELTS, kalo TOEFL sudah pernah terpapar dan sudah pernah les karena syarat S2 di UI minimal TOEFL 450 kalo tidak salah tahun 2005. Jadi terbayang yaa ….saya modal NOL untuk IELTS

Belajar Bahasa Inggris untuk kuliah, tidak pernah saya impikan sebelumnya, saya mengawali dengan enrol ke program IELTS course DIKTI gelombang-2 Sept-Des 2011. Sebagai dosen yunior di salah satu perguruan tinggi negeri di JABAR, saya berkecimpung dengan bacaan journal articles dan text book English, namun saya merasa English saya kurang, itulah tujuan awal enrol ke DIKTI English course. Selain itu programnya ini gratis, dikasih uang saku, tiket disiapkan, dan dikasih fasilitas test IELTS yang biayanya muahal untuk kantong PNS seperti saya. Takdir Allah SWT, saat saya ikut program EEP Dikti, saya bertemu dengan teman satu kelas yang zupper kompak dan saling memotivasi untuk kuliah overseas, itulah starting point niat untuk lanjut kuliah.

Mengikuti IELTS course selama 3 bulan dari jam 9-4 sore, saya masih merasa weak, krn 3 bln IELTS programme yg didevelop oleh DIKTI 1.5 bulannya kita belajar TOEFL, binggung kan ..sama… Dorongan untuk mendapatkan hasil maksimal sangat kuat, karena saya merasa tidak mau menyia-nyiakan kesempatan telah meninggalkan keluarga di Bandung, merantau ke UGM Yogya. Akhirnya bersama 6 teman yang mempunyai semangat yang sama kami mencari Private course, dapatlah di UII, kami ambil kelas jam 7-9 malam.

Akhir Desember saya test IELTS dan hasilnya score 5.5. Sedih… pasti, tapi Mr Imam guru private saya memotivasi “Mbak Restu, Bisa dapat score 6.5..dengan syarat pulang ke Bandung ambil les intensive lagi, karena ini baru fase pengenalan, ketika les yang selanjutnya akan ke tahap paham dan menguasai”.  Saya manut ke advice guru, saya ambil Super Intensive persiapan test IELTS di IEDUC http://www.ieducindonesia.com/ selama 1 bulan, jam 8.30-4.30 senin-sabtu. Bagaimana dengan pekerjaan saya ? tetap saya bertanggung jawab, saya ambil kerjaan bimbingan mahasiswa di hospital, jam 6.30 saya sudah di hospital, kemudian jam 8.15 berangkat les, jam 4.30- 7 malam saya kembali ke hospital.

Mengapa saya pilih IEDUC, bukan iklan, tapi manfaat besar telah saya rasakan: Bimbingan di IEDUC saya rasakan sangat efektif, fokus ke persiapan IELTS, banyak testimoni alumni IEDUC yang telah sukses, instruktur berpengalaman, dan suasana kekeluargaan yang membuat suasana belajar rileks. Februari 2012, saya test IELTS ke 2, dan hasilnya ..jeng..jeng..score 6.5, dengan sebaran Listening 7, Writing 6.5, Reading 6, Speaking 5.5, alhamdulillah bisa dipake untuk apply ke University, walaupun masih ada score yg di bawah 6.

Di univeritas tempat saya kuliah PhD in Nursing, mensyaratkan skor minimal IELTS 6.5 dengan tidak ada yang dibawah 6, dengan sertifikat IELTS yang ada saya di terima, namun saya harus mengikuti programme EPP (English Proficiency Programme) di Victoria University selama 4 bulan http://www.victoria.ac.nz/study/preparing/english-language-prep, dan..berinteraksi dengan English-pun belum usai..saya lanjut belajar to deal with English di NZ from March-June 2013, finally I passed the English requirement.

Pertanyaan berikutnya..apakah dengan IELTS 6.5 berati kamu tidak bermasalah lagi dengan bahasa Inggris saat proses study?…karena English adalah foreign language buat Indonesian, terutama saya, jadi IELTS 6.5 sama sekali bukan jaminan tidak ada ketemu masalah dengan language, kalo diibaratkan, buat saya setelah persyaratan bahasa terpenuhi seperti keluar dari mulut buaya, dan memulai study adalah masuk mulut macan, tapi jangan kawatir macan bisa dijinakkan.. iya tho???…

Keep fighting…inshaallah…target accomplished…

Pengen tahu tentang pengalaman mencari scholarship…stay tuned….

Wellington, 25 April 2017

Restuning Darajat

Restuning.darajat@gmail.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s