restuningdarajat

Ayo Sekolah

Berburu Scholaship….

Leave a comment

Kuliah di luar negeri sepertinya menjadi impian banyak orang termasuk saya, namun dengan kondisi dana tak ada, apakah my dream would be come true? YES sure…cari scholarship jawabannya..

Blog kali ini tentang pengalaman saya saat berburu dan interview beasiswa, setelah ada supervisor, dan letter of offer dari university, mo kuliah duit dari mana?? Beasiswa apa yaa?

Banyak link beasiswa keluar negeri khususnya untuk S2-S3, contoh link http://www.beasiswapascasarjana.com/2016/04/daftar-beasiswa-s2-luar-negeri.html

Kalau kamu sudah ada Letter of Offer (LOO) dari universitas tujuan, atau di Indonesia sering disebut LOA (letter of acceptance) peluang untuk mendapatkan beasiswa dari manapun sangat besar. Apa itu LOO ? surat yang diterbitkan universitas sebagai bukti telah diterima sebagai student.  Untuk mendapatkan LOO, haruskah melalui agent? Bisa ya bisa tidak, kalo saya pilih TIDAK karena selain prosesnya mudah, juga bisa jadi pengalaman belajar.  Pengalaman saya, tahap mendapat LOO;  buka link university, baca cara enroll, dan penuhi/kirim persyaratan, sudah… . Kalo persyaratan lengkap dan sesuai, tinggal tunggu suratnya dari rumah. Untuk PhD, lagi-lagi pengalaman saya, akan lebih mudah mendapatkan LOO kalo sudah ada supervisor, malahan ditempat saya kuliah di Victoria university of Wellington, selain mendapat LOO, saya dibantu juga cari scholarshipnya.

Beasiswa yang pernah saya apply: Fulbright, gagal ditahap administrasi, beasiswa DIKTI tidak dipanggil wawancara karena Letter of offer dari Victoria dan Leeds university saat itu tidak kunjung tiba. Lolos untuk IDB (Islamic Development Bank) scholarship, dan NZAS (New Zealand ASEAN Scholar Award). Akhirnya saya pilih NZAS.

Tahapan apply beasiswa; buka web, penuhi persyaratan, dan kirim. Saran..,jangan last minute, jadi lebih nyaman. Pengalaman pribadi, saat apply NZAS tahun 2012, deadline pengiriman tgl 14 April (kalau tidak salah), cap pos, saya kirim hari terakhir, dasar orang kampung, ndak mantap rasanya kl tidak diantar langsung, saya paksa Anjung (suami tercinta) untuk ngantar ke Jakarta, setelah ngantar dia telp…gimana sie pake diantar, kata satpamnya di kirim aja pake pos, malu-maluin…( maaf ya 😉 )

Bulan Juli 2012 saya di email katanya masuk ke tahap short listing, iya..iya aja saya waktu itu..apa maksudnya.. no idea.., yang penting ada kabar ajah…bulan November atau Desember 2012, di email lagi tentang tanggal wawancara…duh lupa tanggalnya padahal hari bersejarah (maklum emak..emak..).

Beasiswa ke 2 yang saya dipanggil interview adalah beasiswa IDB, mengapa saya bisa apply, karena ada kerjasama antara UNPAD dan IDB, aplikasi mengunakan form beasiswa DIKTI, dan setelah lolos tahap administrasi dilanjutkan dengan tahap wawancara.  Maret 2012 Saya wawancara dengan IDB dan pada bulan Juli 2012 diumumkan diterima, tidak diambil karena alasan tertentu.

Dari 2 interview scholarship, kira-kira persiapan interview hari H begini..…

  1. Berdoa
  2. Untuk online interview, pastikan sarana telekomunikasi bagus seperti jika menggunakan handphone pastikan dapat sinyal yang kuat dan tidak putus-putus
  3. Untuk interview face to face: eyes contact, duduk dan bicara confident, full smile, rapi dan wangi
  4. Bawa copy-an proposal, siapa tahu perlu,
  5. Semua interview dalam bahasa English
  6. Pertanyaan saat interview dengan NZAS, ada 2 interviewer, pertanyaan seputar ; kegiatan saat ini, kegiatan di community, peran di community, apa hubungan proposal saya dengan bidang ekonomi dan pertanian, apa yang akan dilakukan setelah selesai study, kira-kira seperti itu…
  7. Interview dengan IDB, ada sekitar 3 panelis, pertama bertanya seputar siapa saya, kesiapan personal dan kesiapan keluarga termasuk persetujuan suami. Panelis kedua, bertanya seputar kesiapan untuk tinggal overseas, tantangan alam, kesehatan, dan adaptasi proses belajar. Panelis ke 3, bertanya tentang detail proposal, dari background, literature review, dan methodology, bahkan aplikasi hasil riset setelah selesai study.

 

Terus memotivasi diri dan berpikir positif penting ketika kita mempunyai target, termasuk target untuk mendapatkan beasiswa.

 

Semangat!!!! untuk teman-teman yang sedang berburu beasiswa.

 

Wellington, 25 April 2017

Restuning Darajat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s